Assalamualaikum
Buat calon ibu yang sedang menunggu
kelahiran putera/puteri tercinta mungkin ada yang belum tahu apa itu KPD
(Ketuban Pecah Dini). Berdasarkan pengalaman melahirkan putera pertama ummi yang kebetulan karena KPD, ummi akan berbagi cerita dan cara
menghadapai kondisi KPD ini.
Pecahnya air ketuban
merupakan ciri tanda melahirkan yang pasti. Ciri air ketuban adalah
berwarna putih keruh, berbau amis, keluar tidak bisa ditahan, berbeda
dengan air kencing yang berwarna kuning berbau pesing dan keluarnya bisa
dikendalikan.
Yang harus kita lakukan saat mengetahui ketuban
pecah adalah segera pergi ke bidan atau rumah sakit bersalin tempat
rencana kita akan melahirkan. Jangan ditunda ya bu karena ini kondisi
darurat.
Jika ketuban sudah pecah, usahakan calon ibu
dalam kondisi berbaring agar air ketuban tidak banyak keluar atau
memperlambat habisnya air ketuban sebelum bayi keluar. Air ketuban
sangat diperlukan bayi dalam perut untuk mencegah infeksi dan
memperlancar jalan lahir.
Saat tiba di rumah sakit,
calon ibu akan langsung masuk ruang bersalin dan diharuskan berbaring,
dilarang untuk duduk apalagi berdiri. Diperiksa status pembukaan jalan
lahir, diperiksa detak jantung bayi dengan alat yang bunyinya seperti
derap kaki kuda dan diminta untuk menekan tombol jika bayi bergerak,
dipasang infus, diberikan obat induksi untuk mempercepat proses
pembukaan agar bayi bisa segera dilahirkan. Dari informasi yang ummi
peroleh jika ketuban sudah pecah maka bayi harus sudah dilahirkan
maksimal 12 jam dari pecahnya ketuban karena jika lebih dari itu resiko
bayi terkena infeksi.
Setelah diberi induksi calon ibu
akan merasakan mulas yang intensitasnya bertambah sedikit demi sedikit.
Pengalaman ummi melahirkan karena KPD bayi lahir setelah 9 jam sejak
KPD. Selama 9 jam tersebut total hanya berbaring dan menikmati sensasi
mulas dan sakit pinggang sebagai proses bayi mencari jalan lahir dengan
hanya miring kiri atau miring kanan.
Dukungan dari
pasangan sangat diperlukan, ada saat dimana calon ibu merasa sudah
sangat keletihan menahan sakit dan bersikap menyerah untuk dioperasi
saja namun dukungan dan dorongan semangat dari pasangan sangat membantu
memulihkan kepercayaan diri calon ibu untuk bisa melahirkan normal.
Saat
letih menahan sakit, bidan ada menawarkan bantuan oksigen, sebaiknya
gunakan oksigen itu karena lumayan membantu membuat kita lebih segar dan
menambah tenaga baru untuk menahan sakit. Makan dan minuman yang
ditawarkan juga sebaiknya dimakan karena sangat dibutuhkan untuk stamina
calon ibu, meskipun saat ummi melahirkan anak pertama ummi sudah tidak
bisa makan karena menahan sakit, hanya bisa minum teh manis saja.
Semoga sharing ini bisa bermanfaat buat calon ibu semua.
Selamat berjuang dan semoga proses melahirkannya lancar, ibu dan bayi sehat. Amiiin
Wassalam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar